Rabu, 31 Maret 2010

artikel tentang khotbah. Yosia. bag 2

KHOTBAH ?!
Setiap kali Firman Tuhan dikotbahkan, setiap kali pula hati kecil manusia menjadi bahagia, luas dan pasti di hadapan Allah, karena Firman itu penuh kasih karunia, pengampunan serta kata-kata yang baik dan bermanfaat – Martin Luther
 Renungan, Seputar Definisi
Topik yang diberikan kepada saya adalah: Membuat dan Menyampaikan Renungan secara Praktis. Tentang apa maksud renungan, kiranya telah dianggap jelas. Yaitu, sebuah uraian singkat terhadap teks Alkitab. Namun, apa yang disebut singkat? Secara waktu atau ayat? Apakah hal itu membuatnya dimengerti secara berbeda dengan khotbah?

Tradisi protestan tidak mengenal pembedaan antara khotbah panjang atau pendek. Semuanya disebut sebagai pemberitaan firman. Dalam hal ini tidak juga dibedakan siapa yang menyampaikan khotbah, ”awam” ataupun klerus. Dengan demikian, renungan adalah pemberitaan firman yang sama saja artinya dengan khotbah.

 Khotbah, Selayang Pandang
Catatan sejarah menyatakan bahwa praktik khotbah telah berlangsung sebelum hadirnya agama kristen. Setidaknya mulai muncul pada tradisi ibadah Yahudi. Itupun terjadi setelah berlangsung krisis identitas karena berbagai peristiwa pembuangan. Akibat tragedi pembuangan itu, sebagian besar generasi muda tak lagi mampu memahami teks-teks Ibrani dengan baik. Di sisi lain, para pemimpin pun tetap ingin mempertahankan penggunaan bahasa Ibrani sebagai tradisi luhur mereka. Kenyataan ini mendorong para pemimpin menerjemahkan dan menjelaskan teks-teks Suci yang mereka baca (kumpulan hasil penjelasan itu disebut Targum). Upaya ini melahirkan apa yang sekarang kita kenal sebagai khotbah. Di hal ini, khotbah dimengerti sebagai upaya menjelaskan makna teks kepada pendengarnya.

Kekristenan awal yang memang pertama-tama menerima tradisi Yahudi (termasuk Ibadah), turut melanjutkan tradisi penjelasan teks itu. Hanya, yang menjadi berbeda, penjelasan itu lebih ditujukan kepada katekumen (peserta katekisasi yang mau menjadi kristen). Yaitu agar mereka semakin memahami Kitab Suci dengan baik sehingga imannya tidak mudah diombang-ambingkan. Di sini, khotbah dipahami perannya lebih sentral, yaitu sebagai media pembinaan jemaat.
Perkembangan besar terhadap praktik khotbah terjadi ketika Injil mulai diberitakan di kalangan orang-orang Yunani. Dalam dunia Yunani-Romawi, retorika (ilmu pidato) telah berkembang dengan pesat. Nama Aristoteles dan Cicero serta banyak lagi yang lain, dikenal sebagai orator-orator ulung. Perjumpaan dengan prinsip-prinsip retorika ini turut mempengaruhi bentuk khotbah gereja. Khotbah kemudian dipahami tak hanya sebagai media pembinaan, tetapi juga media solusi atas sebuah persoalan dan juga perdebatan umum. Dengan demikian,unsur keindahan kata-kata menjadi sangat penting. Dalam era ini, muncullah berbagai pengkhotbah besar yang sukar tertandingi kemampuannya. Misalnya Yohanes Chrysostomus, yang namanya berarti Yohanes si mulut emas. Terhadap kemampuannya berkhotbah, orang kemudian mencatat:
“Akibat gaya berkhotbah dan isi khotbahnya, banyak orang yang tertarik pada gereja, baik yang bukan-Kristen maupun yang telah meninggalkan pengajaran resmi dari gereja. Khalayak ramai lebih gemar menghadiri kebaktian di gereja tempat Chrysostomus berkhotbah ketimbang menonton atraksi di stadion.”
Kesaksian yang lain berkata:
“Adalah lebih baik Konstantin lenyap, daripada Yohanes Chrysostomus berhenti berkhotbah."

Di jaman Luther dan Calvin, khotbah juga dimanfaatkan secara maksimal sebagai media penyampaian ajaran-ajaran reformasi. Luther sendiri menyampaikan sampai 10.000 ribu khotbah yang hampir secara keseluruhan memuat pemikiran-pemikiran reformasinya. Bahkan dapat dikatakan seluruh tahapan hidup dan karya Luther tercermin pada khotbah-khotbahnya. Demikian juga Calvin, sehingga sejumlah orang menyimpulkan bahwa khotbah menjadi salah satu alat Calvin membangun jemaatnya.

 Makna Khotbah
Lalu bagaimana dengan praktik khotbah saat ini? Apa arti dan fungsi khotbah saat ini? Dua orang teolog Indonesia perlu kita simak jawabannya. Pertama, Martasudjita, teolog katholik yang menekuni liturgi. Ia mengatakan bahwa kotbah dapat dan harus mengubah hidup seseorang. Sebab kotbah memiliki kekuatan yang datang dari Tuhan. Lebih lanjut dituturkannya bahwa: “Sabda Allah yang keluar dari mulut Allah adalah sabda yang berdaya guna, yakni sabda yang tidak pernah kosong belaka. Sabda Allah itu memiliki daya dan kekuatan dinamis yang sanggup mengubah dan menghasilkan sesuatu.” Kedua, Eka Darmaputera, yang tersohor antara lain dengan khotbah-khotbahnya. Ia menyatakan “khotbah yang baik adalah kotbah yang jelas serta merangsang (mendorong) orang untuk mengambil keputusan secara sadar, bebas dan tepat.”

Dua orang tersebut menyatakan bahwa khotbah memiliki kekuatan yang mengubah pendengarnya. Dengan demikian, khotbah bukanlah sebuah upaya meneruskan tradisi belaka!
Di gereja kita, sesuai dengan buku pengajaran “Tumbuh Dalam Kristus”, khotbah dipahami sebagai bagian dari liturgi. Lebih jelasnya Tumbuh Dalam Kristus menyatakan:
Kebaktian adalah pertemuan yang istimewa antara Allah dan kita
Pertemuan antara Allah dan kita itu diwujudkan di dalam urutan-urutan liturgi kebaktian. Di mana Allah dan kita kedua-duanya mengambil bagian.

Misalnya di dalam pendahuluan kebaktian pemimpin kebaktian atas nama Allah menyampaikan salam berkat kepada kita, lalu kita jawab dengan amin. Kemudian kita mengakui dosa kita di hadapan Tuhan dan pemimpin kebaktian atas nama Allah menyampaikan berita pengampunan kepada kita. lalu Allah memberitakan kehendaknya melalui petunjuk-petunjuk hidup baru, dan kita menyatakan kesanggupan kita untuk melaksanakannya.

Allah berbicara kepada kita melalui firmanNya yang diberitakan di dalam khotbah, dan kita menjawab dengan pengakuan iman kita, doa kita, dan persembahan kita, dst.
Dari pemahaman di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa khotbah adalah tempat di mana Tuhan sendiri berkata-kata memberikan nasihat atau petuah. Sehingga khotbah memang menjadi sentral dan sakral bagi GKI. Pemahaman semacam menakutkan bagi pengkhotbah “awam.”
Yang sering sekali dilupakan orang adalah inti ibadah itu, yang seharusnya juga menjadi inti khotbah. Ibadah adalah sebuah pertemuan. Jika lagu-lagu dan bagian ibadah lain dibuat seolah-olah menjadi dialog, demikian juga seharusnya dalam kita melihat khotbah
Khotbah adalah juga dialog antara Tuhan dan manusia dengan segala realitas kehidupannya. Khotbah, bukanlah sebuah media langsung dari Allah, tanpa sentuhan unsur manusia di dalamnya. Tisdale, seorang pakar homiletika, justru mengatakan bahwa salah satu ciri khotbah adalah berorientasi pada pendengar (hearer-oriented). Dalam gambaran orat-oret kasar, khotbah yang sedemikian menjadi:
Pemahaman Praktis Khotbah Sebagai Dialog
Khotbah adalah sebuah dialog antar tiga unsur, pengkhotbah (dengan segala kemampuannya), Alkitab dan jemaat. Pengkhotbah, yang tahu siapa dirinya, menyampaikan khotbah sesuai dengan apa yang dimilikinya. Alkitab adalah sumber atau dasar penyampaian khotbah dan jemaat sebagai obyek sekaligus subyek khotbah.

Dengan demikian, untuk memulai peran menjadi seorang pengkhotbah, galilah potensi diri kita. Di sekitar kita telah banyak cara untuk menggali potensi diri. Upaya menggali diri amat penting. Sebab seringkali seorang pengkhotbah berupaya mengikuti potret orang lain. Sebuah contoh sederhana, kalau seorang tidak pandai melawak, jangan bercerita lucu! Atau, kalau sang pengkhotbah tidak bisa menghindari rokok, misalnya, jangan berkhotbah tentang rokok sebagai sumber dosa.
Lalu, Alkitab sebagai sumber atau dasar penyampaian khotbah perlu digali dengan cermat. Di sini buku-buku penafsiaran dapat membantu kita.
Hal yang kerap dilupakan adalah jemaat. Mereka sumber penting bagi penyampaian sebuah khotbah. Mereka tidak hanya menjadi obyek, tetapi adalah juga subyek khotbah. Sebagai contoh, seorang yang mau melayani khotbah penghiburan seharusnya bertanya terlebih dahulu hal-hal seputar almarhum/ah. Hasilnya bukan sekedar khotbah umum tentang Yesus sebagai kebangkitan dan hidup, tetapi menyentuh dan menghibur keluarga yang ditinggalkan.
Ketika jemaat menjadi subyek, mereka juga terlibat dalam pelaksanaan khotbah. Khotbah, dengan demikian, bukanlah sekedar tugas pengkhotbah atau bahkan pendeta saja. Persoalannya bagaimana cara melibatkannya? Misalnya, membentuk kelompok jemaat yang berupaya menggali kebutuhan-kebutuhan jemaat.
Ketrampilan-ketrampilan dalam menyampaikan Khotbah
Khotbah adalah pemanfaatan kata-kata. Justru karena itu dibutuhkan keterampilan merangkai kata-kata. Bagi seorang yang baru belajar (bahkan yang sudah berpengalaman) menuliskan khotbah secara lengkap dapat menjadi pilihan.

Di dalamnya sebuah khotbah terdapat 3 (tiga) unsur dasar yang menjadi garis besar. Yaitu pembukaan, isi dan penutup. Ketiganya adalah satu kesatuan yang utuh dan saling menunjang. Dengan membuat garis besar semacam itu, khotbah menjadi sistematis dan mudah dimengerti, baik oleh si pengkhotbah maupun pendengarnya.
Pembukaan, sering menjadi ice breaking. Ia menjadi jalan masuk bagi inti berita. Justru karena itu, pembukaan biasanya singkat, bernas dan kadang-kadang mencengangkan. Sehingga dapat menarik perhatian pendengar.
Isi menjadi inti khotbah. Berisi kupasan teks Alkitab yang berkait erat dengan kebutuhan jemaat. Justru karena itu dibutuhkan kemampuan menafsir dengan benar, baik teks Alkitab maupun realitas kehidupan jemaat. Mengutip banyak teks tidak berarti sudah menjadi pengkhotbah besar. Dari upaya menggali teks secara utuh, sampaikan beberapa pokok saja (semakin sedikit, semakin baik).
Penutup, menjadi kesimpulan akhir. Karena khotbah bukanlah sebuah indoktrinasi, biarkan kesimpulan itu terbuka, sehingga pendengar bisa mengaplikasikannya secara personal dalam hidupnya.
Selain itu, karena selama ini amat jarang digunakan media lain dalam khotbah(sekalipun amat menarik), setidaknya diperlukan 4 (empat) keterampilan dasar dalam menyampaikan khotbah:
 Suara yang jelas dan menarik, tetapi tidak dibuat-buat.
 Kontak mata, yang membuat pendengar merasa disapa (justru karena teks khotbah perlu dihapalkan).
 Postur (sikap tubuh) yang baik dan enak dilihat.
 Gerak yang menarik perhatian atau setidaknya tidak mengganggu.
Berkhotbah, seringkali dianggap sebuah talenta. Yang datang dari Tuhan. Menurut saya, khotbah adalah sebuah upaya. Seorang pengkhotbah yang baik, bukanlah yang mampu memainkan kata-kata dengan baik. Tetapi yang terus menerus berupaya meningkatkan diri. Justru karena itu, latihan dan latihan adalah cara yang terbaik.



***

artikel tentang khotbah. Yosia. bag 1

BAGAIMANA BERKOTBAH DENGAN PENUH KUASA?



BAB I .PENDAHULUAN


1. Persiapan yang baik

# Adanya persiapan sudah merupakan 50 % keberhasilan khotbah kita dan adalah merupakan syarat mutlak bagi setiap pengkhotbah. Seorang pengkhotbah yang tidak mempersiapkan diri, sudah berdosa membuang waktu yang berharga dan tidak dapat diganti bila sudah hilang, dan bisa menyebabkan pendengar hilang minat untuk datang mendengar khotbah lagi.

# Ketetapan bersama: Suatu khotbah yang berhasil harus dimulai dengan meminta pimpinan Roh Kudus mulai dari langkah pertama dalam persiapannya, dan bukan nanti ketika sudah hendak naik ke mimbar. Tanpa persiapan yang sungguh-sungguh adalah tindakan yang gegabah dan sia-sia paling sedikit, dan berbahaya serta bisa mengakibatkan kekecewaan dan bahkan kebinasaan jiwa si pengkhotbah dan pendengarnya.

# Sering kali kita mendengar pendeta berkata: “Saya serahkan saja bagaimana roh akan memimpin.” Itu adalah suatu semboyan dan sikap yang salah dan patut dihindari dan bukan diperbiasakan. Kecuali kalau anda sudah menjadi seorang yang sangat mahir dan berpengalaman serta terlalu sibut untuk mengadakan persiapan sampai mendetail. Terutama sekali bagi pemula, maka persiapan adalah sangat mutlak dan tidak boleh diabaikan

2. Bertanggung jawab atas tugas yang dipercayakan.

# Orang yang datang untuk mendengarkan anda berkhotbah berharap akan mendengar Firman Tuhan dan bukan cerita ngawur atau dongeng dari kita.

# Jam khotbah yang dalam bahasa Inggris disebut “Divine Service” adalah jam yang sangat penting dan berharga yang telah dipercayakan Tuhan kepada anda untuk diubah jadi nilai rohani yang kekal dan berakhir dengan keselamatan jiwa-jiwa yang mendengarkan anda.

# Berkhotbah adalah pelayanan yang ilahi dan serious, mungkin ada orang yang hanya sekali itu saja mendapat kesempatan mendengar khotbah. Give no less than your best! Anda harus memberikan tidak lain dari yang terbaik, dan bukan hanya pekerjaan cap jadi saja.



3. Motivasi khotbah yang benar

# Ingat bahwa anda bukan berdiri untuk mengadakan entertainment.

# Anda juga bukan bermaksud dan hanya memikirkan akan menerima amplop.

# Pun bukan untuk menerima pujian dan bukan pula untuk membangun popularitas melainkan untuk mengangkatkan dan memuliakan KRISTUS, dan untukk memecah-mecahkan tubuh Kristus yang dapat memberikan kehidupan.





































BAB II .JENIS-JENIS KHOTBAH


1. Khotbah Topical adalah khotbah yang disusun berdasar suatu topik yang diuraikan kedalam berbagai aspeknya dengan dasar-dasar ayat secukupnya.

# Khotbah doktrinal atau KKR dalam seri meeting( pengajaran, prinsip-prinsip ) sering mengambil bentuk Topical ini.

# Contoh : Topic: DOA YANG TIDAK TERJAWAB

I. Salah meminta - Yak 4:3

II. Dosa dalam hati – Maz 66:18

III. Meragukan firman Allah – Yak 1:6-7

IV. Pengulangan yang sia-sia – Mat 6:7

V. Ketidaktaatan kepada Firman Tuhan – Ams 28:9

VI. Kesalahan dalam hubungan suami isteri –1Pet 3:7


2. KhotbahTextual adalah khotbah yang disusun berdasar suatu teks ayat tertentu yang menjadi kerangka khotbah. Teks itu sendiri menjadi thema khotbah.

# Contoh:

Thema: Pengorbanan orang percaya ( Rom 12:1 )

I. Alasan pengorbanan: ‘Karena itu, saudara-saudaraku, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu’

II. Apa yang perlu dikorbankan: ‘mempersembahkan tubuhmu’

III. Syarat pengorbanan: ‘sebagai persembahan yang hidup kepada Allah’

IV. Pengorbanan sebagai suatu kewajiban: ‘itu adalah ibadahmu yang sejati’


3. Khotbah Expository artinya ‘menguraikan, membeberkan’.Khotbah Expositori adalah khotbah yang menguraikan suatu bagian Alkitab, sebuah kitab atau beberapa kitab dengan tujuan mengupas atau membentangkan garis-garis pikiran dalam alkitab itu.

# Uraian inti sebuah buku, contoh: Surat Ibrani

# Riwayat seorang tokoh: contoh: Barnabas – anak penghiburan

# Contoh:

Judul: Iman dan Kebutuhan manusia ( Mat 14:14-21 )

I. Tantangan untuk beriman – ay. 14-16

1. Alasan tantangan, ay. 14-15

2. Isi tantangan. – ay. 16

II. Kerja Iman – ay. 17-19

1. Tindakan iman yang pertama. ay. 17-18

2. Tindakan iman yang kedua – ay. 19

III. Pahala iman –ay. 20-21

1. Berkat pahala – ay. 20a

2. Besarnya pahala – ay. 20b-21





















BAB III. SIKAP DAN PENAMPILAN SAAT BERKHOTBAH


1. Berpakaian pantas serta rapih sebagai seorang yang berdiri sebagai wakil dari Allah yang Maha Tinggi.
2. Sikap diatas panggung:
berdiri tegak, tidak bongkok-bongkok, serta tidak mempunyai sikap orang yang minder. Mr. G.D. Thompson dekan Theologia ditahun 60-an dulu di UNAI mengajar, bahwa kalau kita sudah mengadakan persiapan yang secukupnya, maka kita harus merasa yakin bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang bahan yang kita sudah persiapkan itu. Kita harus menganggap semua hadirin itu adalah serombongan murid SD yang datang untuk mendengarkan pelajaran dari anda sebagai gurunya. Pandanglah lurus ke depan ditujukan kepada mata pendengar, bukan memandang ke plafon, atau dinding dikiri kanan ruangan, atau pun keatas lantai, seolah-seolah sedang mencari uang yang tercecer. Belajar untuk mengadakan gerakan tubuh secara alami dan bebas serta tidak kaku dan dibuat-buat. Jangan pula terlalu berkelebihan melainkan dengan gerakan tubuh yang bebas dan merdeka serta tidak kaku dan hanya sekedar bersandiwara.
3. Jangan berbicara seperti seorang tua renta yang kelelahan yang berbicara dengan suara yang rendah keluar dari leher anda yang terjepit.
4. Berbicaralah dengan tegas dan ucapkan kata demi kata sejelas mungkin.
5. Suara yang datar, monotonus, ngambang, tak bertenaga membuat orang kehilangan konsentrasi.
6. Perhatikan karakteristik mikrofon anda. Banyak mike sedemikian jeleknya hingga bila kabelnya bergeser di tanah mengeluarkan suara gesekan. Gulung sedikit kabelnya sebagai peredam suara gesekan itu dan genggam ditangan anda bersama mike yang anda pegang.
7. Jaga jarak mulut dengan mike hingga tak ada suara berdebam atau dengus dan desah di speaker karena letupan-letupan udara dari bibir anda atau suara nafas anda
8. Jangan pernah memulai dengan berkata: “Saya tidak tahu apa yang harus saya khotbahkan !” Ini bukan menunjukkan kerendahan hati, tapi kekonyolan. Kalau anda tidak tahu meau mengkhotbahkan apa, kenapa membuang waktu begitu banyak orang. Kenapa tidak ngaku sebelumnya dan minta orang lain menggantikan anda berdiri di mimbar?
9. Persiapan khotbah itu termasuk mempersiapkan lagu-lagu yang akan anda selipkan diantara khotbah atau yang dinyanyikan setelah khotbah. Juga bahan kesaksian apa yang anda hendak saksikan sebagai pendukung khotbah harus cukup dipersiapkan.
10. Siapkan pendengar anda dengan doa yang sungguh-sungguh dan cukup lama untuk menjadikan mereka sebagai tanah yang subur bagi taburan Firman Tuhan.



BAB IV .TUJUAN BERKHOTBAH


1. Perintah Tuhan.
Mark 16:15-16 And He said to them, "Go into all the world and preach the gospel to every creature. "He who believes and is baptized will be saved; but he who does not believe will be condemned.

2. Cara alkitabiah untuk menyampaikan iman
Rom 10:13-15 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Rom 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

3. Transfer roh
Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.






















BAB V .PRAKTEK

 Bagi kelompok dalam group-group, 4 orang tiap group, seorang adalah ketua group.
 Tiap orang mendapat 20 menit berkhotbah, yang lain menilai dengan kertas penilaian.
 Dalam 15 menit terakhir adakan evaluasi bersama.
 Topic hari pertama : Bebas, beri yang terbaik dari yang anda punya.










***

bahan khotbah Yosia. 25.3.10

Bahan Khotbah
Nats : Galatia 6. 1-9
Tema : Saling Menanggung Beban dan Bekerja Keras Menghadapi Kesulitan Kita.
Introduksi : Seringkali kita memperhatikan semut2 yang mendapatkan makanan akan saling bertolong-tolongan membawa makanan tersebut ke sarangnya mereka, sama halnya bahwa, sadarkah anda atau pernahkah terlintas dalam benak saudara, bahwa permasalahan orang lain adalah beban yang juga harus kita perdulikan.
Proporsisi : Dinyatakan dalam ayat2 “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum kristus”
Transisi : Jadi masihkan kita mempertanyakan berbagai macam alasan untuk saling menanggung beban sesama kita, Mengapa ?
MP 1 : Tuhan menghendaki umatnya hidup bertolong-tolongan dalam segala perkara (1 Yoh 4. 20 & imamat 21 : 18 -20)
SP : Dalam hal tolong-menolong menyangkut keteguhan hati, hati yang terbeban terhadap orang lain.
Ilustrasi : Olahraga lari Estafet Dan panjat Pinang
Transisi : Selain saling bahu-membahu menaggung beban adalah kita juga musti bekerja keras menaggulangi perkara kita, Benarkah ?
MP 2 : Tuhan menghendaki kita melangkah dengan iman & berusaha tidak bergantung pada orang lain ( Galatia 6 : 5 dan 2 Tesalonika 3 : 8)
Aplikasi : Saat ujian di kelas, sudah sepatutnya kita bekerja sendiri2 dan tidak mengandalkan orang lain.
Redudansi : Diperlukan rasa tolong menolong dan berupaya semaksimal mungkin dalam mengatasi kesusahan yang ada.
Kutipan : Dari peribahasa “ringan sama di jinjing berat sama dipikul”
Konklusi : Tuhan menghendaki kita menjadi pribadi yang tidak mudah putus asa, mau bekerja keras, bahkan harus bisa menolong orang lain.



By : Yosia Wongzulie

Jumat, 26 Maret 2010

Kerangka khotbah V.reny

Nats : 1Korintus4:11-17
Tema : Turutilah Teladanku !!!
Introduksi : Seringkali kita terinspirasi dengan orang-orangyang telah sukses lalu menjadikan mereka sebagai teladan dalam hidup kita, seperti meneladani :
- Orang tua_yang sukses merawat, mendidik & menjaga kita.
- Ciputra_yang sukses dalam bisnisnya
- Agnes Monica_yang sukses sebagai penyanyi ternama
Dalam surat Paulus kepada jemaatdi Korintus Ia berkata “Turutilah Teladanku!”(ayat16), teladan “hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus(ayat17b).
Proposisi : menuruti teladan Paulus tidak mudah, namun bukan mustahil.
Transisi : apa sajakah teladan Paulus tersebut ???
MP 1 : Memberkati sekalipun dimaki(ayat12b).
MP 2 : Sabar sekalipun dianiaya(ayat12c)
MP3 : Ramah sekalipun di fitnah(ayat13a)

Kerangka khotbah IV.reny

Nats : 1Raja-Raja9:1-9
Tema : Hukum Sebab-Akibat
Introduksi : Bagi Saudara-saudara yang sudah lulus Sekolah Menengah Pertama(SMP), pasti telah mempelajari tentang hubungan kausal_sebab-akibat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Bahwa hal apapun akan menyebabkan terjadinya suatu akibat, baik negatif maupun positif. Begitupun hidup kita, selalu ada akibat dari sebab yang kita buat.
Proposisi : Kita harus hidup positif(sebab), bukan negatif(sebab),
Transisi : apa akibat hidup positif dan negatif tersebut ???
MP 1 : Positif(ayat4).
Hidup positif berarti hidup sesuai kehendak Tuhan, tetap berad dijalan-Nya
SP I : Tuhan akan meneguhkan tahta kerajaan kita(ayat5)
Tahta kerajaan kita dapat berarti kehidupan kita dengan semua aspeknya. Dalam Tuhan kita akan tetap teguh/sukses/tidak jatuh.
MP 2 : Negatif(ayat6)
Hidup negatif berarti berpaling dari Tuhan.
SP II : Tuhan akan melenyapkan kita(ayat7).
Berarti Tuhan tidak akan mempedulikan kita. Kita lenyap_hancur tanpa uluran Tangan-Nya

Kerangka khotbah IV.reny

Nats : 1Raja-Raja9:1-9
Tema : Hukum Sebab-Akibat
Introduksi : Bagi Saudara-saudara yang sudah lulus Sekolah Menengah Pertama(SMP), pasti telah mempelajari tentang hubungan kausal_sebab-akibat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Bahwa hal apapun akan menyebabkan terjadinya suatu akibat, baik negatif maupun positif. Begitupun hidup kita, selalu ada akibat dari sebab yang kita buat.
Proposisi : Kita harus hidup positif(sebab), bukan negatif(sebab),
Transisi : apa akibat hidup positif dan negatif tersebut ???
MP 1 : Positif(ayat4).
Hidup positif berarti hidup sesuai kehendak Tuhan, tetap berad dijalan-Nya
SP I : Tuhan akan meneguhkan tahta kerajaan kita(ayat5)
Tahta kerajaan kita dapat berarti kehidupan kita dengan semua aspeknya. Dalam Tuhan kita akan tetap teguh/sukses/tidak jatuh.
MP 2 : Negatif(ayat6)
Hidup negatif berarti berpaling dari Tuhan.
SP II : Tuhan akan melenyapkan kita(ayat7).
Berarti Tuhan tidak akan mempedulikan kita. Kita lenyap_hancur tanpa uluran Tangan-Nya

Kerangka khotbah IV.reny

Nats : 1Raja-Raja9:1-9
Tema : Hukum Sebab-Akibat
Introduksi : Bagi Saudara-saudara yang sudah lulus Sekolah Menengah Pertama(SMP), pasti telah mempelajari tentang hubungan kausal_sebab-akibat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Bahwa hal apapun akan menyebabkan terjadinya suatu akibat, baik negatif maupun positif. Begitupun hidup kita, selalu ada akibat dari sebab yang kita buat.
Proposisi : Kita harus hidup positif(sebab), bukan negatif(sebab),
Transisi : apa akibat hidup positif dan negatif tersebut ???
MP 1 : Positif(ayat4).
Hidup positif berarti hidup sesuai kehendak Tuhan, tetap berad dijalan-Nya
SP I : Tuhan akan meneguhkan tahta kerajaan kita(ayat5)
Tahta kerajaan kita dapat berarti kehidupan kita dengan semua aspeknya. Dalam Tuhan kita akan tetap teguh/sukses/tidak jatuh.
MP 2 : Negatif(ayat6)
Hidup negatif berarti berpaling dari Tuhan.
SP II : Tuhan akan melenyapkan kita(ayat7).
Berarti Tuhan tidak akan mempedulikan kita. Kita lenyap_hancur tanpa uluran Tangan-Nya

Kerangka khotbah III.reny

Nats :1Korintus3:1-3
Tema : Dewasa Dalam Kristus
Introduksi : Perkembangan motorik anak menurut Milestones =
Lahir > bayi telungkup, sudah ada reflek
1-2 bulan > mengangkat kepala 45 derajat
3-4 bulan > telentang-tengkurap
6-7 bulan > duduk
8-9 bulan > merangkak dengan perut masih menempel
10-11 > berdiri
12-14 > berjalan
17-18 > jalan mundur
19-22 > naik turun tangga, jongkok
2 tahun > lari
2,5 > melompat
3 tahun > bersepeda
Banyak fase yang dilewati seseorang dari bayi hingga akhirnya menjadi dewasa dan menua.
Proposisi : Sudah waktunya kita menjadi dewasa dalamKristus.
Transisi : Bagaimana cara menjadi dewasa dalam Kristus ???
Mp : Jangan ada iri hati dan perselisihan(ayat3).
Karena jika diantara kita masih ada iri hati dan perselisihan berarti kita masih manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus.

Kerangka khotbah II.reny

Nats : 1Samuel31:1-13 dan 1Raja-Raja2:1-12
Tema : Sad Ending VS Happy Ending
Introduksi : ‘Kematian’, bagi sebagian besar orang merupakan kata yang menyeramkan. Namun, bagi orang percaya merupakan sukacita yang luar biasa karna berarti tiba waktunya untuk tinggal bersama Allah Bapa dalam kerajaan sorga. Lalu, kematian seperti apakah yang kita inginkan ? kematian yang disebabkan oleh penyakitkah ? kecelakaan ? bencana alam ? atau seperti Henokh kita ingin langsung terangkat ke sorga tanpa melalui proses kematian ??? satu hal yang pasti kita ingin meninggal dengan damai dan kalau bisa tanpa rasa sakit.
Proposisi : Kita memilih akhir hidup yang bahagia, bukan akhir hidup yang menyedihkan.
Transisi : Bagaimanakah akhir hidup yang menyedihkan dan bahagia tersebut ???
MP 1 : Saul_akhir hidup yang Tragis(1samuel31:4)
Saul meninggal dalam perang dengan menjatuhkan dirinya sendiri keatas pedang. Lebih dari itu, orang filistin memancung kepalanya, memakukan mayatnya dan membakng dengan menjatuhkan dirinya sendiri keatas pedang. Lebih dari itu, orang filistin memancung kepalanya, memakukan mayatnya ditembok kota dan membakarnya(1samual31:9-12)
Mp 2 : Daud_akhir hidup yang damai/bahagia(1Raja-Raja2:10)
Daud meninggal setelah member pesan terakhir kepada Salomo, anaknya.(1Raja-Raja2:2-9)

Kerangka khotbah I.reny

Nats : Kisah Para Rasul 11 : 22-24
Tema : Utusan yang Berhasil
Introduksi : Berdirinya Gereja Kemah Injil Indonesia di awali dengan kedatangan para misionaris Amerika yang diutus Tuhan ke Indonesia, mereka melayani sampai ke daerah-daerah pedalaman. Para Misionaris ini merupakan utusan yang berhasil, hingga kini dapat kita lihat Gereja Kemah Injil Indonesia(GKII) tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Proposisi : Kita semua dapat menjadi Utusan yang Berhasil
Transisi : Bagaimana cara untuk menjadi utusan yang berhasil ?
MP 1 : Mengikuti strategi Barnabas
SP I : Memberi nasihat_”…..ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,”(ayat 23b)
SP II : member teladan_” karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang menjadi percaya.”(ayat 24). Barnabas member teladan lewat sikap hidupnya, sehingga sejumlah orang menjadi percaya.

Rabu, 24 Maret 2010

Kerangka Khotbah_reny6

23 Maret 2010

Yakobus 1:2-4

Tema : ujian iman
intro : ujian nasional bagi siswa-siswi sma/smk baru saja dilaksanakan,,, pastinya sekarang merasa lega, namun juga was-was karena belum mengetahui hasilnya...
proposisi : setiap Rayser harus tetap kuat dalam ujian iman.
transisi : mengapa Rayser harus tetap kuat dalam ujian iman ???
MP 1 : Ujian iman menghasilkan ketekunan
SP 1 : sehingga kita menjadi sempurna dan utuh(ayat4)
SP 2 : sehingga kita tak kekurangan suatu apa pun(ayat4)

Kerangka Khotbah_reny7

22 Maret 2010

1Timotius 4:12-13
Tema : Anak muda yang luar biasa
intoduksi : miley cyrus terkenal lewat serial hannah montana yang tayang d disney channel,,ia tumbuh besar dan mnjadi anak muda yang luar biasa dengan kemampuan yang telah teruji sbgai penyanyi dan bintang film.....
proposisi : Rayser dapat menjadi anak muda yang luar biasa
transisi : Rayser dapat menjadi anak muda yang luar biasa dengan melakukan hal berikut...
MP 1 : jadilah teladan(ayat12b)
SP : dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucianmu(ayat 12c)
MP 2 : bertekun(ayat13)
SP : dalam membaca Kitab Suci, membangun dan mengajar

Kerangka Khotbah_reny8

21 Maret 2010

Yeremia 23:3-4
Tema : nasib domba yang terlantar
introduksi : gembala adalah orang2 yang bertugas menjaga dan memberi makan kambing domba, tidak semua gembala dapat menjalankan tugasnya dengan baik, namun Daud bisa(baca kitab samuel)
proposisi : Allah peduli pada kambing domba Nya yang terlantar
transisi : bagaimana Ia menunjukkan kepeduliaan Nya ???
MP1 : dengan mengumpulkan dan membawa kita kembali pada-Nya(ayat3)
SP : sehinggakantitas kita bertambah
MP2 : dengan mengangkat gembala2 atas kita
SP : sehingga kita aman(tidak takut, terkejut, & tidak hilang).(yat4)

Kerangka Khotbah_reny9

20 Maret 2010

Yeremia23:1-2

Tema : mempermainkan jiwa
intro :siapa sudah memiliki pasangan sekarang? entah pacar atau suami/istri....kita tau banyak terjadi perselingkuhan, bukan ??? seperti atlet golf terkenal tiger wood yang kita tau memiliki banyak selingkuhan,, orang2 seperti ini tidak menghargai hubungan mereka ibarat mempermainkan jiwa...
propsisi : jangan sekali2 mempermainkan jiwa yang telah percaya/diselamatkan/ditebus oleh darah-Nya
transisi : mngp kita tdk bleh mempermainkan jiwa yg telah dslamatkan ??
MP : kita akan celaka !!!(ayat 1)
SP : karena Tuhan akan membalas perbuatan jahat kita(ayat 2c)

Kerangka Khotbah_reny10

19 maret 2010

Roma 5:8, 2kor5:15, fil2:5-8
Tema : my Superhero
Introduksi : ada banyak pahlawan yang kita kenl..mulai dari yang jadul spt jaka tarub..sampai yang modern spt superman...mereka di juluki superhero karena memiliki kemampuan super atau lebih dari orang2 kebanyakan...
saya pun mengidolakan slah satu dari mereka..
proposisi : setiap orang mmiliki pahlawan super bagi hidupnya
transisi : siapakah superhero sejati dalam hidup kita ????
MP : JESUS CHRIST !!!
mengapa demikian?
SP : HIS AMAZING SACRIFICE (baca ROMA5:8, 2KOR5:15, FIL2:5-8

Rabu, 17 Maret 2010

Ilustrasi "miliki impian yang besar"

Semua orang pasti memiliki impian yang besar. Salah seorang yang memiliki impian yang besar adalah Martin Luther King..

Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D. (lahir di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, 15 Januari 1929 – meninggal di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, 4 April 1968 pada umur 39 tahun) adalah penerima Nobel, pendeta Baptis dan aktivis HAM warga Afrika-Amerika. Dia adalah salah seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia. Satu setengah dekade setelah pembunuhan terhadapnya pada tahun 1968, Amerika Serikat menetapkan sebuah hari libur untuk memperingatinya, Hari Martin Luther King.

King lahir di Atlanta, Georgia dari Pendeta Martin Luther King, Sr. dan Alberta Williams King. Dia menikah dengan Coretta Scott pada tanggal 18 Juni 1953. Dia lulus dari Morehouse College dengan gelar Bachelor of Arts (dalam bidang Sosiologi) pada 1948, dan dari Seminari Teologi Crozer di Chester, Pennsylvania dengan gelar Bachelor of Divinity (Sarjana Teologi) pada 1951. Dia meraih gelar Ph.D.nya dalam teologi sistematika dari Universitas Boston pada 1955.

King adalah seorang pendeta di Montgomery, Alabama yang berjuang melawan diskriminasi rasial. Dalam seluruh aksinya, ia mengikuti prinsip-prinsip Mahatma Gandhi untuk menghindari kekerasan. Untuk beberapa tahun, ia membuat kesuksesan besar, tetapi secara berangsur-angsur orang-orang kulit hitam muda untuk menjauhinya karena mereka tidak dapat menerima antikekerasannya. Sebaliknya, King tidak pernah berhenti dan meluaskan programnya.

Ia tidak hanya berjuang melawan diskriminasi orang-orang kulit hitam, tetapi juga menentang tanah milik dan Perang Vietnam. Kebesaran King terutama terletak pada impian tinggi dan gaya spektakulernya sebagai seorang pendeta. Pidatonya dengan judul "Saya memiliki sebuah impian" pada parade berbarisnya ke Washington, DC (28 Agustus 1963) membuatnya semakin terkenal. Ia dipuja dengan banyak gelar terhormat. Pada 1963, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel. Ia ditembak hingga meninggal dunia ketika ia melakukan aksi di Memphis pada 4 April 1968. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.

Salah satu lagu yang sampai saat ini dikenang adalah "I Have A Dream"

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Luther_King,_Jr.

Selasa, 16 Maret 2010

























Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran /pranikah, atau pernikahan), tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu.

OMELET TELUR BUSUK
Temen2, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat di atas bener banget tuhh. Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang itu sesungguhnya. Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita, dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita. Contoh nyata dehh: Omelet, alias telor dadar / orak-arik. Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik. Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4 dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk. Wakzzz…, Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..??
Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad. Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik. Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.

Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita, termasuk juga dalam pernikahan. Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu. Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk dan mengalahkan telur yang baik… owww… that’s terrible.

Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia. Kejadian 2 : 18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” King James Version : And the LORD God said, It is not
good that the man should be alone; I will make him an help meet for him. Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu “Tidak Baik”. Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya : sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman. Ini adalah kondisi yang tidak baik.

Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ??
Here’s the reason :
1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give. God is Love, jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.
2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.
3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja. Tetapi untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan? You see guys? It’s not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif, menyendiri, tidak berteman)

But it’s good to be SINGLE !
SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole, unique, undivided. Tuhan tidak bilang : It’s not good to be single, tapi yang Dia bilang : It’s not good to be alone. Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna. Dikatakan “Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik”. Ini berarti Adam adalalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person. Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !! Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan
memelihara Taman Eden, sendirian ‘bo ! Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi. Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman. Tuhanlah yang bilang, bahwa “It’s not good for a man to be alone”. Adam sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman. Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan. Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup. Nah, temen2 dah pada setia belom nihh? Hehe… Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.

Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why? Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita. Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam. The Lord said, “I’m going to make him a helper”. Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan. Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah,
right?. Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian. Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely. Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang “it’s not good for a man to be alone”.

‘SINGLE’NESS
Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan? Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete. Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan. Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik, saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.

Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah. Hanya orang yang SINGLE, utuh – complete – matang -
unik – secure – aman, hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh. Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh, yang saling mencari
keutuhan dari diri pasangannya masing-masing. Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu.
Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata “ohh…, kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya” atau “bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete”. Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi? Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!

Temen2, pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang salah,
jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam hati kita. Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya, sejak dari kecil…!! SMP mungkin? Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita, maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Tidak bisa
mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia. Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau
egois, melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!! Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :

1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ? Do you know why you are in God? Do you know why you are here? Do you know your identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain. (Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25)
2. Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.

Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri,
tetapi berusaha untuk saling mengasihi. Lihat contohnya di Sinetron.

Beberapa relationship pra nikah atau malah pernikahan, sebetulnya “mengosongkan” diri kita, atau “dries you up”, atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya. Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, “Knapa sih elo gak telp gue?”, atau sedikit-sedikit “Knapa sih elo ga perhatiin gue?”, atau “Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?” Sesungguhnya, kalau kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin, karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain. Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini. (Yohanes 8:14)

IT’S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE
Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single. Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh. Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.

Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50% : 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%. Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain, yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan. Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh, maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.

It’s more important to you to be SINGLE first, then get married. Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita. Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28). Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya? Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya. Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.
READ THIS :
Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri. Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb. Dia akan mengganggu konsentrasi hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll. This person will dries you up.

IT’S A WRONG MYTH
Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah. Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya. It’s completely wrong, guys. Why ?? Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan. Makanya Tuhan Yesus bilang, “Seek ye first the Kingdom of God “, Mat 6:33. Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita. Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete. Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain. That’s not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan, yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini, dan kita memahami apa tujuan hidup kita.

Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah : Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah. Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya. Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan, tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.

SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyakdiisi dengan usaha2 utk memenuhi kekosongan dirinya dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya. Cobain sana , cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya. Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single. Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik. Nahh, jika pasangannya tidak Single/utuh, wahh… akan lebih parah lagi. Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa, dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian. Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEH PASANGAN KITA, melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.

Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete. Mereka berdua tidak akan saling
mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung, saling menunjang dan tidak saling menuntut. These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll. Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas, yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus. Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang
Single, pribadi yang utuh/complete, punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.

Remember :
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu. To be single should be the goal of every person. Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum…., STAY SINGLE !!

From the sermon of Ps Jeffry Rachmat, JPCC -Jakarta.

PILIHAN KITA


three-musketeers-with-swords-out
PILIHAN I : Pilihan untuk IKUT TUHAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH
“… pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ….. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24 : 15)
Bangsa Israel dikatakan sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Saat diberkati, mereka menyembah Allah; tetapi saat ada tekanan, mereka mulai bersungut-sungut dan menyembah allah lain. Mereka tidak sungguh-sungguh menyembah Allah. Hati mereka tidak tetap pada Allah. Karena itu pada pesan terakhirnya; Yosua menyuruh seluruh bangsa Israel membuat sebuah keputusan, yaitu apakah mereka akan sungguh-sungguh ikut Tuhan Allah Israel atau tidak.
“ Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan setia” (Yosua 24 : 14)
Ada 3 cara bagaimana cara ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh:
  1. Takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan artinya kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, bukan karena kita takut dihukum atau takut tidak diberkati, tetapi karena kita mancintai Tuhan dan takut melukai hati Tuhan.
  1. Beribadah dengan tulus ikhlas
Kita beribadah atau ke gereja bukan didasari keterpaksaan karena kita orang Kristen yang memang harus ke gereja; tetapi kita beribadah atau ke gereja dengan kerelaan hati.
  1. Setia
Kitab Amsal mengatakan bahwa banyak orang baik, tetapi sedikit didapati orang yang setia.
PILIHAN II : Pilihan untuk MENG-UPGRADE LEVEL KEROHANIAN KITA
“… bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;” (Rut 1 : 16)
Rut adalah keturunan bangsa Moab, sebuah bangsa yang tidak diperhitungkan Tuhan dan yang merupakan kejijikan bagi Tuhan karena bangsa ini merupakan bangsa hasil persetubuhan ayah dan anak (Lot dan anak pertamanya).
Saat Rut masuk ke dalam keluarga Elimelekh yang berasal dari Bethlehem, Rut mengenal Allah Israel. Sekalipun tidak dicatat dengan jelas di Alkitab, namun dapat dipastikan bahwa selama ia tinggal di keluarga Elimelekh, ia telah mendengar segala sesuatu tentang Allah Israel dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib atas bangsa Israel.
Dan saat suami dan mertua laki-lakinya meninggal, Rut memutuskan untuk ikut serta dengan Naomi, mertua perempuannya, pulang ke tanah Bethlehem. Rut memutuskan meng-upgrade tingkat kerohaniannya dengan memilih menjadi bangsa Israel yang menyembah Allah Israel, Allah yang Pribadi dan perbuatan-perbuatanNya ia dengar dari keluarga suaminya.
Keputusan Ruth untuk berpindah dari bangsa Moab yang dikutuk Tuhan menjadi bangsa Israel yang dikasihi Tuhan, dari menyembah allah orang Moab menjadi menyembah Allah Israel yang hidup, membawa perubahan besar dalam kehidupannya secara pribadi dan namanya ikut ambil bagian dalam sejarah dunia, yaitu lahirnya Yesus Kristus. Dari keturunan Rut lah lahir Yesus Kristus, Juruselamat dunia, anak Daud.
“ … Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud…..” (Matius 1 : 5-6)
PILIHAN III : Pilihan untuk INVESTASI BAGI KERAJAAN ALLAH
Lukas 12 : 13-21
“ Tetapi Firman Allah kepadanya : Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12 : 20-21)
Di manakah kita lebih banyak menginvestasikan hidup kita? Di manakah kita lebih banyak menghabiskan waktu-waktu kita? Di dalam hadirat Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, belajar mengenalNya dari waktu ke waktu; atau di tempat-tempat yang memuaskan daging kita?
Jika kita lebih banyak menghabiskan waktu-waktu kita di tempat-tempat yang memuaskan keinginan daging kita, kita sama seperti orang kaya bodoh yang dikisahkan di Lukas 12 : 13-21. Ia menimbun harta begitu banyak tanpa memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Saat jiwanya diambil, hartanya yang banyak itu tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

APAKAH DOA MENGUBAH SESUATU ?





Mereka mengatakan bahwa doa mengubah sesuatu,
tetapi apakah doa SUNGGUH dapat mengubah segala sesuatu ?
Ya! DOA SUNGGUH DAPAT MENGUBAH SEGALA SESUATU!

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang
situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu dimasa depan?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa
engkau berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan
dan sumber penghiburanmu!

Apakah doa mengubah apa yang kau butuhkan dan inginkan ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadi sesuai
dengan keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kau akan
melihat dunia!

Apakah doa mengubah penyesalanmu di masa lalu?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa
depan!

Apakah doa mengubah orang-orang disekitarmu ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-masalah tidak selalu terletak
dalam diri orang-orang disekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tidak dapat kau jelaskan?
Oh, ya, selalu! dan Doa akan benar-benar mengubah seluruh dirimu!

Apakah doa sungguh mengubah segala sesuatu ?
YA, doa sungguh mengubah segala sesuatu.