“… pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ….. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24 : 15)
Bangsa Israel dikatakan sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Saat diberkati, mereka menyembah Allah; tetapi saat ada tekanan, mereka mulai bersungut-sungut dan menyembah allah lain. Mereka tidak sungguh-sungguh menyembah Allah. Hati mereka tidak tetap pada Allah. Karena itu pada pesan terakhirnya; Yosua menyuruh seluruh bangsa Israel membuat sebuah keputusan, yaitu apakah mereka akan sungguh-sungguh ikut Tuhan Allah Israel atau tidak.
“ Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan setia” (Yosua 24 : 14)
Ada 3 cara bagaimana cara ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh:
- Takut akan Tuhan
Takut akan Tuhan artinya kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, bukan karena kita takut dihukum atau takut tidak diberkati, tetapi karena kita mancintai Tuhan dan takut melukai hati Tuhan.
- Beribadah dengan tulus ikhlas
Kita beribadah atau ke gereja bukan didasari keterpaksaan karena kita orang Kristen yang memang harus ke gereja; tetapi kita beribadah atau ke gereja dengan kerelaan hati.
- Setia
Kitab Amsal mengatakan bahwa banyak orang baik, tetapi sedikit didapati orang yang setia.
PILIHAN II : Pilihan untuk MENG-UPGRADE LEVEL KEROHANIAN KITA
“… bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;” (Rut 1 : 16)
Rut adalah keturunan bangsa Moab, sebuah bangsa yang tidak diperhitungkan Tuhan dan yang merupakan kejijikan bagi Tuhan karena bangsa ini merupakan bangsa hasil persetubuhan ayah dan anak (Lot dan anak pertamanya).
Saat Rut masuk ke dalam keluarga Elimelekh yang berasal dari Bethlehem, Rut mengenal Allah Israel. Sekalipun tidak dicatat dengan jelas di Alkitab, namun dapat dipastikan bahwa selama ia tinggal di keluarga Elimelekh, ia telah mendengar segala sesuatu tentang Allah Israel dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib atas bangsa Israel.
Dan saat suami dan mertua laki-lakinya meninggal, Rut memutuskan untuk ikut serta dengan Naomi, mertua perempuannya, pulang ke tanah Bethlehem. Rut memutuskan meng-upgrade tingkat kerohaniannya dengan memilih menjadi bangsa Israel yang menyembah Allah Israel, Allah yang Pribadi dan perbuatan-perbuatanNya ia dengar dari keluarga suaminya.
Keputusan Ruth untuk berpindah dari bangsa Moab yang dikutuk Tuhan menjadi bangsa Israel yang dikasihi Tuhan, dari menyembah allah orang Moab menjadi menyembah Allah Israel yang hidup, membawa perubahan besar dalam kehidupannya secara pribadi dan namanya ikut ambil bagian dalam sejarah dunia, yaitu lahirnya Yesus Kristus. Dari keturunan Rut lah lahir Yesus Kristus, Juruselamat dunia, anak Daud.
“ … Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud…..” (Matius 1 : 5-6)
PILIHAN III : Pilihan untuk INVESTASI BAGI KERAJAAN ALLAH
Lukas 12 : 13-21
“ Tetapi Firman Allah kepadanya : Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12 : 20-21)
Di manakah kita lebih banyak menginvestasikan hidup kita? Di manakah kita lebih banyak menghabiskan waktu-waktu kita? Di dalam hadirat Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, belajar mengenalNya dari waktu ke waktu; atau di tempat-tempat yang memuaskan daging kita?
Jika kita lebih banyak menghabiskan waktu-waktu kita di tempat-tempat yang memuaskan keinginan daging kita, kita sama seperti orang kaya bodoh yang dikisahkan di Lukas 12 : 13-21. Ia menimbun harta begitu banyak tanpa memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Saat jiwanya diambil, hartanya yang banyak itu tidak bisa menyelamatkan nyawanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar